...Kami sudah memberangkatkan sembilan personel tim rescue dari pos Jimbaran menuju lokasi kejadian setelah menerima laporan resmi pada pukul 06.10 Wita

Denpasar (ANTARA) - Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali) menurunkan satu tim rescue untuk mengevakuasi dua orang pengunjung yang diduga tertimbun material tanah longsor di Eco Park Pelaga Glamping Retreat, Desa Pelaga, Kabupaten Badung.

"Kami sudah memberangkatkan sembilan personel tim rescue dari pos Jimbaran menuju lokasi kejadian setelah menerima laporan resmi pada pukul 06.10 Wita," kata Kepala Kantor Basarnas Bali I Nyoman Sidakarya di Denpasar, Senin.

Basarnas Bali menerjunkan tim penyelamat tersebut dengan perkiraan waktu tempuh perjalanan sekitar dua jam untuk mencapai titik lokasi bencana di kawasan Badung utara.

Peristiwa tanah longsor sendiri dipicu oleh cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang mengguyur kawasan Desa Pelaga dan sekitarnya sejak Minggu (1/11) malam.

Sidakarya mengatakan berdasarkan laporan dari pemilik glamping yaitu Kadek Suardika, tebing di sekitar area penginapan mendadak longsor dan langsung menimbun salah satu unit penginapan yang sedang diisi oleh dua orang pengunjung.

Dari hasil pendataan sementara di lokasi kejadian, Basarnas Bali baru berhasil mengidentifikasi satu korban atas nama Bangkit Mubarok (30) yang berstatus warga negara Indonesia (WNI).

Baca juga: BPBD: Bapak dan anak meninggal tertimpa material longsor di Lumajang

Sementara itu, identitas satu pengunjung lainnya yang ikut tertimbun hingga kini belum diketahui, baik status kewarganegaraannya maupun data personalnya.

"Sementara baru diketahui satu identitas korban atas nama Bangkit Mubarok, WNI, laki-laki, usia 30 tahun,” ucapnya.

Sebelum tim Basarnas Bali tiba, pihak pengelola glamping bersama unsur BPBD Kabupaten Badung, Camat Petang, dan Polsek Petang sebenarnya telah berupaya melakukan pencarian awal secara mandiri.

Namun, upaya pencarian mandiri tersebut terpaksa dihentikan sementara akibat kendala cuaca ekstrem berupa curah hujan yang masih tinggi serta akses jalan menuju titik longsor yang tergolong amat curam.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah III Denpasar juga sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan lebat disertai angin kencang yang merata di kawasan tengah Bali, termasuk wilayah Petang, Badung.

Kondisi medan yang sulit dan membahayakan keselamatan membuat pengelola penginapan akhirnya memutuskan menghubungi basarnas untuk meminta bantuan pencarian serta penanganan teknis SAR secara khusus.

Basarnas Bali menegaskan proses pencarian dan pertolongan terhadap kedua korban akan terus disesuaikan dengan perkembangan situasi cuaca serta keselamatan personel di lapangan.

"Proses pencarian dan pertolongan akan kami optimalkan penuh dengan tetap memprioritaskan keselamatan personel tim SAR di lapangan," tutur Nyoman Sidakarya.

Baca juga: Hujan Sabtu dini hari, banjir-longsor landa sejumlah titik di Banyumas

Baca juga: Hujan lebat sebabkan tanah longsor di Thailand, rusak rumah dan jalan

Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Ni Putu Putri Muliantari

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira