Bagi Indonesia, penduduk bukan sekadar angka. Ini tentang manusia, martabat, kesempatan, dan kualitas hidup mereka
Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Wakil Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Febrian Alphariyanto Ruddyard mengatakan, pembangunan perlu menempatkan manusia sebagai pusat perhatian.
“Bagi Indonesia, penduduk bukan sekadar angka. Ini tentang manusia, martabat, kesempatan, dan kualitas hidup mereka,” ujar Wamen Febrian dalam Courtesy Meeting bersama United Nations Population Fund (UNFPA), dari keterangan resmi di Jakarta, Rabu.
Sejalan dengan prinsip tersebut, Wamen Febrian menilai, Indonesia kini memiliki kapasitas untuk berbagi sumber daya, pengetahuan, keahlian, dan solusi praktis melalui Kerja Sama Selatan-Selatan.
Pengalaman Indonesia dalam keluarga berencana, kesehatan ibu, pengelolaan kependudukan, dan pembangunan berbasis masyarakat disebut dapat menjadi pembelajaran bagi negara-negara lain di kawasan Global South.
Untuk mendukung agenda tersebut, Kementerian PPN/Bappenas bersama UNFPA memperkuat kemitraan dalam pembangunan manusia dan kerja sama pembangunan internasional.
“Kemitraan yang telah terjalin sejak 1972 ini menjadi peluang untuk memperluas kontribusi Indonesia dalam berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan negara berkembang lainnya,” ucapnya.
Di sisi lain, pembangunan manusia Indonesia juga dihadapkan pada tantangan transisi demografi. Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas Pungkas Bahjuri Ali menyoroti semakin menyempitnya peluang pemanfaatan bonus demografi serta meningkatnya penuaan penduduk.
“Oleh karena itu, penguatan pendidikan, kesehatan, dan kualitas keluarga menjadi penting untuk membangun modal manusia menuju 2045,” ucap Pungkas.
Menanggapi hal tersebut, UNFPA berkomitmen mendukung Indonesia melalui keahlian teknis serta kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk akademisi dan sektor swasta.
United Nations Assistant Secretary-General and UNFPA Deputy Executive Director Andrew Saberton menyampaikan dukungan tersebut diarahkan untuk membantu pemerintah mengatasi tantangan pembangunan dengan tetap memperhatikan mandat UNFPA dan peran institusi nasional.
Wamen Febrian menegaskan kembali pentingnya memastikan potensi demografi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kita ingin memastikan bonus demografi dapat meningkatkan kualitas pendidikan, mendorong terciptanya lapangan kerja yang lebih produktif, serta membuka lebih banyak kesempatan bagi perempuan dan generasi muda. Saya percaya UNFPA dapat terus berperan penting dalam mewujudkan hal tersebut,” kata Wakil Kepala Bappenas.
Baca juga: Bappenas luncurkan CE SG untuk dorong transisi menuju ekonomi sirkular
Baca juga: Bappenas tegaskan RUU Adminduk kunci ketepatan data pembangunan
Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Ahmad Buchori
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · M Baqir Idrus Alatas
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira