Jakarta (ANTARA) - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Rachmat Pambudy menekankan pentingnya pembangunan ekosistem kendaraan listrik secara berkelanjutan.
"Mobilitas bersih dan efisien adalah agenda lingkungan sekaligus agenda ekonomi, agenda ketahanan energi, dan agenda daya saing industri kita," kata Rachmat Pambudy saat pembukaan Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, Kamis.
Ia mengatakan pengembangan industri otomotif telah menjadi bagian dari perencanaan pembangunan nasional.
Menurut dia, tema PEVS 2026, “The Future of Clean and Efficient Mobility”, sejalan dengan arah pembangunan yang mengintegrasikan kepentingan lingkungan, ekonomi, ketahanan energi, dan daya saing industri.
Baca juga: PEVS resmi dibuka, soroti efisiesni biaya dan tranformasi energi
Rachmat menegaskan pembangunan industri otomotif nasional merupakan proses jangka panjang yang harus terus berlanjut dan tidak dapat dicapai dalam waktu singkat.
"Dan membangun industri otomotif bukan sekali jadi. Ini adalah proses. Dan proses itu harus berlanjut, tidak boleh berhenti di sini," ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya memanfaatkan momentum untuk mengembangkan industri otomotif nasional.
Menurut dia, Presiden Prabowo Subianto sebelumnya telah menyampaikan cita-cita lama Indonesia untuk memiliki industri otomotif sendiri, termasuk keinginan menggunakan mobil buatan dalam negeri.
Dalam pengembangan kendaraan listrik, Rachmat menyoroti tantangan penyediaan infrastruktur pengisian daya. Ia menyebut jumlah stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di Indonesia masih kurang dari 6.000 unit.
Baca juga: Periklindo: Indonesia tidak boleh hanya jadi penonton di industri EV
Karena itu, pembangunan infrastruktur perlu berjalan seiring dengan pertumbuhan penggunaan kendaraan listrik.
Selain infrastruktur, ia menekankan pentingnya membangun ekosistem industri secara menyeluruh, termasuk pengembangan komponen dan baterai kendaraan listrik.
Rachmat menyebut keberadaan industri baterai di Indonesia serta keterlibatan perusahaan otomotif global sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem yang mendukung produksi kendaraan listrik.
Menurut dia, Indonesia memiliki modal berupa ketersediaan bahan baku baterai yang melimpah untuk mendukung pengembangan industri tersebut.
Ia juga menyinggung proyeksi penjualan kendaraan listrik global pada 2026 yang mencapai 23 juta unit. Peluang pasar tersebut, menurut dia, perlu diimbangi dengan kesinambungan pembangunan infrastruktur dan penguatan industri otomotif nasional.
Baca juga: PEVS 2026 akan hadirkan 38 merek
Baca juga: Insentif EV jadi angin segar bagi industri kendaraan listrik di RI
Baca juga: PEVS hadirkan ruang edukasi konsumen mengenai kendaraan elektrik
Pewarta: Chairul Rohman
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026
Source: ANTARA · Chairul Rohman
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira