...Kabupaten Timor Tengah Selatan termasuk kategori wilayah prioritas dan perlu mendapat perhatian untuk dilakukan aksi kesiapsiagaan krisis pangan dan intervensi

Kabupaten TTS, NTT, (ANTARA) - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperkuat mitigasi ancaman krisis pangan melalui gladi kesiapsiagaan untuk meningkatkan kemampuan pemerintah dan masyarakat di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT).

Direktur Pengendalian Kerawanan Pangan Bapanas Rachmad Firdaus di Kabupaten TTS Senin, mengatakan wilayah tersebut menjadi salah satu daerah prioritas intervensi berdasarkan hasil kajian kerawanan pangan pada Juli 2026.

"Kabupaten Timor Tengah Selatan termasuk kategori wilayah prioritas dan perlu mendapat perhatian untuk dilakukan aksi kesiapsiagaan krisis pangan dan intervensi," katanya.

Ia menjelaskan, rangkaian aksi kesiapsiagaan krisis pangan 2026 meliputi kajian kesiapsiagaan, gladi kesiapsiagaan, serta penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat yang tinggal di wilayah rentan rawan pangan.

Menurut dia, gladi kesiapsiagaan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman, koordinasi, dan kesiapan seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi potensi krisis pangan.

“Kita berkolaborasi, bermitra untuk mengantisipasi kejadian krisis pangan, dengan penguatan cadangan pangan pemerintah, kerjasama antar daerah, dan juga mendorong partisipasi berbagai pihak termasuk Bulog, BMKG, dan masyarakat untuk sama-sama mengatasi potensi terjadinya krisis pangan dan dampaknya,” ujarnya.

Sebagai bagian dari aksi tersebut, Bapanas menyalurkan 4.000 paket bantuan pangan kepada keluarga miskin desil 1 dan 2 yang tersebar di 13 desa rentan rawan pangan di Kabupaten TTS pada 2–4 November 2026.

Baca juga: Pemerintah pastikan jaga harga dan inflasi pangan guna mitigasi krisis

Setiap paket bantuan terdiri atas jagung pipil sebanyak dua bungkus atau satu kilogram, telur ayam ras 20 butir, kacang hijau satu kilogram, minyak goreng satu liter, dan susu bubuk sebanyak 10 saset.

Sementara itu, Deputi Bidang Kerawanan Pangan dan Gizi Bapanas Aulia Sofyan mengatakan wilayah Papua dan NTT menjadi perhatian dalam upaya penanganan kerawanan pangan karena memiliki tantangan geografis dan kondisi lingkungan yang cukup berat.

"Daerah rawan pangan yang selama ini kami survei paling banyak berada di Papua dan NTT. Karena itu, kita berupaya agar ada penanganan khusus dengan fokus pada wilayah NTT dan Papua," katanya.

Ia menilai kondisi alam di sejumlah wilayah NTT dan Papua menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat, terutama dalam menghadapi ancaman bencana dan menjaga ketersediaan pangan.

Baca juga: BMKG tingkatkan literasi petani terhadap iklim, cegah krisis pangan

Baca juga: BRIN rumuskan aksi mitigasi krisis pangan akibat anomali cuaca

Dia menambahkan, pangan dan energi merupakan dua isu strategis yang perlu menjadi perhatian pemerintah karena berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat dan menjadi tantangan di berbagai negara.

Aulia juga meminta pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap penguatan cadangan pangan sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi krisis.

"Keterbatasan anggaran menjadi tantangan bagi pemerintah daerah dalam membagi alokasi belanja. Namun, minimal cadangan pangan harus menjadi perhatian dan prioritas," ujarnya.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyalurkan 4.000 paket bantuan pangan kepada warga di Kecamatan Amanuban Selatan dan Kecamatan Kualin Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan, NTT, Senin (2/11/2026). (ANTARA/Yoseph Boli Bataona)

Pewarta: Yoseph Boli Bataona
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Yoseph Boli Bataona

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira