New Delhi (ANTARA) - Bank terbesar di India, State Bank of India (SBI), menyatakan pada hari Rabu bahwa sebuah serangan siber oleh peretas telah membobol data organisasi tersebut, yang mengakibatkan terungkapnya 3.897 data nasabah di *dark web*.
Menurut pihak bank, data yang terekspos mencakup nomor ponsel nasabah yang terdaftar, tanggal lahir, nama, jenis kelamin, alamat surel, dan alamat tempat tinggal.
SBI menyatakan telah mengaktifkan protokol tanggap darurat dan penanganan insiden siber, serta melibatkan lembaga keamanan siber independen untuk melakukan penilaian menyeluruh dan menyelidiki sifat serta cakupan dari dugaan kebocoran data tersebut.
Pihak bank mengeklaim bahwa kebocoran itu diperkirakan tidak akan memberikan dampak material terhadap operasi bisnis inti, kinerja keuangan, maupun kelangsungan bisnis bank tersebut.
Pewarta: Xinhua
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Xinhua
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira