Moskow (ANTARA) - Hampir 874.000 orang di Somalia berpotensi terpaksa meninggalkan rumah mereka dalam tiga bulan ke depan akibat banjir yang diperparah oleh fenomena El Nino, menurut Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), badan yang berafiliasi dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), pada Rabu (21/10).
“Sebanyak hampir 874.000 orang berpotensi terpaksa meninggalkan rumah mereka di Somalia dalam tiga bulan ke depan akibat banjir ... ketika kenaikan permukaan sungai dan curah hujan tinggi mengancam masyarakat yang sudah berjuang menghadapi kekeringan dan perpindahan penduduk berulang kali,” kata IOM.
IOM mencatat curah hujan selama musim hujan di Somalia diperkirakan melampaui kondisi normal seiring dengan menguatnya fenomena El Nino.
Sementara itu, rencana bantuan senilai 16,62 juta dolar AS (sekitar Rp299,86 miliar) untuk masyarakat Somalia, baru memperoleh pendanaan sebesar 14 persen dari yang direncanakan, demikian menurut organisasi tersebut.
Pada awal Oktober, Komite Internasional Palang Merah (ICRC) menyatakan jutaan orang di Somalia berpotensi menghadapi kelaparan akibat banjir yang dipicu oleh El Nino.
Pada Rabu, Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) di bawah PBB menyatakan fenomena El Nino tahun ini berpotensi menjadi yang terkuat dalam 40 tahun terakhir. Fenomena tersebut dapat memicu berbagai dampak, termasuk gelombang panas, kekeringan, dan banjir.
Sumber: Spuntik/RIA Novosti-OANA
Baca juga: WFP PBB peringatkan memburuknya situasi kelaparan di Somalia
Baca juga: Pengungsi Somalia desak UNHCR percepat penempatan ke negara ketiga
Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Asri Mayang Sari
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira