Palembang (ANTARA) - Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Sumatera Selatan mencatat dua penerbangan internasional maskapai Scoot rute Singapura-Palembang dan sebaliknya dibatalkan akibat kabut asap yang menyebabkan jarak pandang terbatas mencapai 350 meter pada Kamis.

General Manager Bandara Internasional SMB II Palembang Ahmad Syaugi Shahab di Palembang, Kamis, membenarkan adanya pembatalan penerbangan akibat terbatasnya jarak pandang di area bandara.

Berdasarkan pembaruan data operasional hingga pukul 08.00 WIB, dua penerbangan internasional Scoot mengalami pembatalan atau cancel.

Dua penerbangan yang dibatalkan tersebut meliputi Scoot TR254 dengan rute Singapura (SIN)-Palembang (PLM) dan Scoot TR255 dengan rute Palembang-Singapura. Pembatalan penerbangan TR255 merupakan dampak dari pembatalan penerbangan kedatangan TR254 pada rute yang sama.

Kemudian, penerbangan domestik Garuda Indonesia GA101 dengan rute Palembang-Jakarta (CGK) masih beroperasi sesuai jadwal keberangkatan berdasarkan data operasional hingga pukul 08.00 WIB.

“Jarak pandang tercatat berada pada angka 350 meter,” katanya.

Pihak Bandara SMB II Palembang terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan jarak pandang untuk memastikan keselamatan serta kelancaran operasional penerbangan.

Calon penumpang diimbau untuk memeriksa status penerbangan secara berkala melalui kanal informasi resmi maskapai guna memperoleh informasi terbaru terkait jadwal keberangkatan.

Baca juga: Bandara Palembang catat 13 penerbangan terganggu akibat kabut asap

Baca juga: AirNav terus perkuat layanan navigasi penerbangan nasional

Baca juga: Kemenhub: Karhutla meluas, 2.458 penerbangan terdampak asap

Pewarta: Ahmad Rafli Baiduri
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Ahmad Rafli Baiduri

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira