Kegiatan yang disebut Partial Exercise itu menguji penerapan prosedur, kesiapan personel, serta efektivitas koordinasi dalam menangani kondisi darurat, termasuk mengidentifikasi kendala yang berpotensi menghambat proses penanganan

Sidoarjo, Jawa Timur (ANTARA) -

Bandara Internasional Juanda di Sidoarjo, Jawa Timur, mengasah kesiapan petugas dan memperkuat koordinasi antarinstansi melalui latihan penanganan kebakaran dan serangkaian forum koordinasi keamanan dan pelayanan bandar udara.

General Manager Bandara Internasional Juanda Muhammad Tohir mengatakan, latihan tersebut penting untuk memastikan setiap pihak memahami tugas dan mampu bertindak sesuai prosedur ketika menghadapi situasi darurat.

"Kegiatan yang disebut Partial Exercise itu menguji penerapan prosedur, kesiapan personel, serta efektivitas koordinasi dalam menangani kondisi darurat, termasuk mengidentifikasi kendala yang berpotensi menghambat proses penanganan," kata Tohir dalam keterangannya di Sidoarjo, Senin.

Ia menyatakan, latihan yang melibatkan tim Airport Rescue and Fire Fighting (ARFF), petugas keamanan penerbangan (AVSEC), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan ini disimulasikan melalui skenario kebakaran di gedung administrasi bandara.

Tohir menjelaskan, dalam simulasi itu, tim ARFF memadamkan api dan mengevakuasi korban sesuai skenario yang telah ditetapkan sebagai bagian dari pengujian prosedur serta kesiapan personel dalam menghadapi kondisi darurat.

Selain latihan kebakaran, Tohir menyebut pihaknya menggelar Airport Security Committee (ASC) Meeting ke-3, Facilitation Meeting ke-2, dan Table Top Exercise untuk meningkatkan sinergi pemangku kepentingan dalam menjaga keamanan, keselamatan, dan kelancaran operasional bandara.

Menurut dia, ASC Meeting menjadi forum evaluasi prosedur keamanan penerbangan dan penguatan komunikasi antarinstansi, sedangkan Facilitation Meeting berfokus pada peningkatan kelancaran pelayanan penumpang, bagasi, kargo, serta aspek fasilitasi lainnya.

Sementara itu, ia menuturkan, Table Top Exercise dilaksanakan melalui simulasi berbasis skenario untuk menguji pemahaman prosedur, alur komunikasi, koordinasi, dan pengambilan keputusan dalam menghadapi situasi darurat.

Ia menyebutkan, kegiatan tersebut melibatkan sejumlah pemangku kepentingan, antara lain Pangkalan Udara TNI Angkatan Laut (Lanudal) Juanda, Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah III, BNPB, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan, Kantor Imigrasi Kelas I Surabaya, Bea Cukai Juanda, maskapai penerbangan, dan penyedia layanan darat (ground handling).

Tohir mengatakan, koordinasi dan latihan bersama diperlukan untuk memastikan seluruh pihak memahami tanggung jawab masing-masing sehingga potensi gangguan keamanan maupun kendala operasional dapat diantisipasi secara efektif.

"Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Bandara Internasional Juanda berkomitmen meningkatkan kompetensi petugas, memperkuat kolaborasi lintas instansi, serta mengevaluasi prosedur secara berkelanjutan guna menjaga keamanan dan keselamatan penerbangan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada pengguna jasa," katanya.

Baca juga: TNI AL gagalkan penyelundupan serbuk emas dalam tubuh penumpang

Baca juga: Barantin pastikan pelayanan karantina di Jatim berjalan optimal

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah/Fahmi Alfian
Editor: Ahmad Buchori
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Astrid Faidlatul Habibah/Fahmi Alfian

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira