Barantin aktif mendampingi eksportir agar memahami dan memenuhi persyaratan negara tujuan.
Medan (ANTARA) - Badan Karantina Indonesia (Barantin) bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) melepas ekspor 22 komoditas unggulan senilai Rp258,97 miliar ke 14 negara tujuan.
Kepala Barantin Abdul Kadir Karding mengatakan, karantina tidak hanya bertugas melakukan pemeriksaan, tapi juga harus menjadi mitra pelaku usaha dalam memenuhi persyaratan negara tujuan.
"Karantina adalah mitra strategis pelaku usaha, bukan sekadar regulator. Barantin aktif mendampingi eksportir agar memahami dan memenuhi persyaratan negara tujuan, sehingga komoditas unggulan Indonesia dapat bersaing di pasar internasional,” ujar Karding dalam pelepasan ekspor, di Kabupaten Deli Serdang, Sumut, Kamis.
Ia mengatakan, kepastian pelayanan menjadi penting agar eksportir dapat merencanakan kegiatan perdagangan dengan lebih baik.
Karena itu, pihaknya memastikan pelayanan karantina tidak hanya menjamin kesehatan dan keamanan komoditas, tetapi juga memberikan kepastian bagi pelaku usaha dalam menjalankan kegiatan ekspor.
Produk yang diekspor, di antaranya turunan kelapa sawit, minyak kelapa, kopi biji, pinang, kelapa parut, santan kelapa, teh, bunga potong, karet, kayu olahan, gambir, jernang, damar batu, sapu lidi, dan kubis.
Dari total nilai ekspor tersebut, komoditas tumbuhan menjadi penyumbang terbesar dengan nilai sekitar Rp247 miliar dan volume 9.552 ton.
Komoditas tersebut dikirim ke sejumlah negara, di antaranya Tiongkok, Amerika Serikat, India, Kanada, Rusia, Jerman, Jepang, Australia, Thailand.
Komoditas hewan mencatat nilai ekspor Rp11,22 miliar melalui pengiriman sarang burung walet sebanyak 625,94 kilogram atau 56 koli dengan tujuan Tiongkok.
Komoditas ikan menyumbang nilai ekspor Rp745 juta melalui pengiriman kepiting bakau sebanyak 4.600 kilogram atau sekitar 18.400 ekor yang juga ditujukan ke Tiongkok.
Ia mengatakan, sistem karantina dan biosekuriti yang kuat diperlukan untuk menjaga kepercayaan negara mitra, sekaligus memastikan ekspor dapat berlangsung secara berkelanjutan.
Barantin juga terus memperluas pendampingan bagi eksportir melalui sejumlah program, antara lain Web Series Go Ekspor dan Klinik Ekspor.
Program tersebut diarahkan untuk membantu pelaku usaha memahami prosedur karantina, persyaratan negara tujuan, serta peluang pasar internasional.
Baca juga: Gubernur Sumut dukung pengembangan komoditas potensial ekspor daerah
Baca juga: Karantina Sumut catat 23,26 juta kilogram ekspor lidi hingga September
Pewarta: M. Sahbainy Nasution
Editor: Budisantoso Budiman
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · M. Sahbainy Nasution
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira