Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Syahganda Nainggolan mengatakan bahwa perhatian pemerintah terhadap santri dan pesantren tercermin dari penguatan kelembagaan pesantren di lingkungan Kementerian Agama.
Menurutnya, keberadaan Direktorat Jenderal Pesantren menjadi langkah penting dalam menempatkan pesantren pada posisi yang lebih strategis dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
"Presiden Prabowo memiliki perhatian yang sangat besar kepada para santri dan pesantren. Baru di pemerintahan ini Kementerian Agama memiliki Direktorat Jenderal Pesantren," ujar Syahganda dalam keterangan di Jakarta, Kamis.
Hal ini, menurut dia, tentu menempatkan pesantren di level yang lebih strategis dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) Indonesia masa depan. Saat ini sejumlah menteri pada Kabinet Merah Putih berasal dari kalangan santri.
Baca juga: Hari Santri: Pemerintah perkuat kelembagaan pesantren
Menurut Syahganda, hal tersebut mencerminkan perhatian terhadap dunia pesantren sekaligus membuka ruang bagi nilai-nilai dan pengalaman pendidikan pesantren untuk berkontribusi lebih luas dalam pembangunan nasional.
Lebih dari sekadar lembaga pendidikan keagamaan, Syahganda memandang pesantren memiliki peran penting dalam menjaga persatuan, merawat toleransi, dan membentuk karakter masyarakat.
Kontribusi tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang pesantren dalam mendampingi kehidupan bangsa, sekaligus modal penting untuk menghadapi masa depan Indonesia.
"Terima kasih atas kontribusi nyata para santri dan pesantren dalam menjaga keutuhan bangsa, merawat toleransi, serta membimbing kemajuan Indonesia," ujar Syahganda.
"Dengan komitmen dan keberpihakan Bapak Presiden, kami percaya pesantren akan menjadi tulang punggung peradaban baru Indonesia masa depan," katanya lagi.
Sementara itu, Menteri Agama RI KH Nasaruddin Umar menegaskan bahwa Hari Santri Nasional 2026 membawa pesan tentang tanggung jawab generasi santri dalam menentukan arah masa depan bangsa.
Baca juga: Menag: Santri tidak boleh batasi diri dan harus miliki semangat juang
Melalui tema 'Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas', peringatan tahun ini mengajak para santri untuk meneruskan semangat perjuangan para pendahulu dengan cara yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Menurut dia, perjuangan santri tidak lagi hanya dimaknai sebagai upaya mempertahankan kemerdekaan sebagaimana dilakukan para pendahulu, tetapi juga melalui penguasaan pengetahuan, pemanfaatan teknologi, pengembangan inovasi, dan penjagaan akhlak mulia.
"Jika dahulu para santri menguatkan negeri dengan perjuangan mempertahankan kemerdekaan maka hari ini santri harus menguatkan negeri dengan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, dan tentu saja akhlak mulia," ujarnya.
Nasaruddin menekankan tantangan zaman memang berubah, tetapi semangat pengabdian kepada negeri tercinta ini, bagi seorang santri, tidak boleh padam.
Baca juga: Dua tahun Prabowo, Ditjen Pesantren lahir untuk perkuat tata kelola
Baca juga: Kemenag libatkan penegak hukum hingga influencer di Satgas Safe Santri
Pewarta: Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: La Ode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Maria Cicilia Galuh Prayudhia
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira