Nagoya (ANTARA) - Munculnya atlet-atlet muda peraih medali emas pada Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026 menjadi modal penting bagi Indonesia untuk mempersiapkan regenerasi menuju Paralimpiade Los Angeles 2028.
Chef de Mission (CdM) Indonesia Reda Manthovani menilai para atlet muda yang menunjukkan prestasi di Nagoya perlu mendapatkan pembinaan jangka panjang melalui pemusatan latihan nasional (pelatnas) yang berkesinambungan.
"Makanya, itu menjadi salah satu cara agar si atlet-atlet ini bisa tetap konsisten," kata Reda saat menjelaskan pentingnya perpanjangan pelatnas di Nagoya, Jepang, Jumat malam.
Baca juga: Reda minta pelatnas atlet para lebih panjang dan berkelanjutan
Salah satu atlet muda yang mencuri perhatian adalah I Kadek Dwi Purwana Yasa, pelempar cakram asal Bali yang meraih emas nomor F57 putra sekaligus memecahkan rekor dunia.
Dalam usia 18 tahun, Kadek membukukan lemparan sejauh 49,75 meter pada pertandingan Selasa (20/10), melampaui rekor dunia sebelumnya sejauh 48,68 meter yang juga dicatatkan atas namanya.
Prestasi serupa ditunjukkan perenang berusia 17 tahun asal Kabupaten Kampar, Riau, Abdil Majid Rahman.
Abdil meraih emas nomor 100 meter gaya dada putra klasifikasi SB7 setelah mencatatkan waktu 1 menit 20,26 detik pada Kamis (22/10).
Baca juga: Abdil Majid persembahkan emas kesembilan untuk Indonesia
Keberhasilan tersebut menjadi pencapaian penting bagi Abdil yang menjalani debutnya pada Asian Para Games.
Selain kedua atlet tersebut, sejumlah atlet muda dan debutan Indonesia juga berhasil menyumbangkan medali perak maupun perunggu dari berbagai cabang olahraga.
Reda menilai hasil di Nagoya perlu ditindaklanjuti melalui program pembinaan yang mampu menjaga kondisi fisik sekaligus meningkatkan kemampuan atlet untuk menghadapi persaingan yang lebih tinggi.
Apalagi, sebelum menuju Los Angeles 2028, Indonesia dijadwalkan mengikuti ASEAN Para Games 2027 di Kuala Lumpur, Malaysia.
Kontingen Indonesia telah mengoleksi 14 emas, 20 perak, dan 37 perunggu hingga Jumat malam, jauh melampaui target awal tujuh emas, delapan perak, dan 17 perunggu.
Baca juga: Klasemen Asian Para Games 2026: Indonesia naik ke posisi delapan
Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Muhammad Ramdan
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira