Jakarta (ANTARA) - Duta Besar AS untuk ASEAN Kevin Kim menyatakan bahwa AS mengukur hubungan AS dan ASEAN melalui kemitraan yang langgeng dan hubungan antarmasyarakatnya.
“Kami mengukurnya melalui orang-orang dan kemitraan yang langgeng, bukan dalam siklus yang silih berganti, melainkan dalam kerja sama yang terjalin selama berdekade-dekade dan lintas generasi,” kata Kevin dalam peluncuran logo 50 tahun hubungan AS-ASEAN di Jakarta, Rabu.
Dia menyebutkan bahwa lebih dari 50.000 mahasiswa Asia Tenggara belajar di AS, lebih dari 165.000 warga negara anggota ASEAn menjadi alumni program pertukaran AS, dan hampir 13.000 warga AS mengikuti program pertukaran di negara-negara ASEAN.
Dubes AS itu menyatakan bahwa AS berkomitmen untuk memperkuat kemitraan jangka panjang dengan ASEAN melalui program berkelanjutan lintas pemerintahan, mendukung kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka, sentralitas ASEAN, kedaulatan negara, serta investasi yang saling menguntungkan.
AS juga menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas kawasan dan memperkuat hubungan antarmasyarakat melalui program pertukaran pendidikan dan kepemimpinan, seperti Fulbright, International Visitor Leadership Program, dan Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI).
Misi AS untuk ASEAN, Rabu, meluncurkan logo resmi peringatan 50 tahun hubungan AS-ASEAN di Jakarta, sekaligus menandai dimulainya rangkaian kegiatan selama satu tahun menuju peringatan 50 tahun hubungan dialog AS-ASEAN pada 2027.
Logo itu dirancang dengan menggunakan angka “50.” Gambar burung elang botak yang digayakan melambangkan keterlibatan dan kepemimpinan AS, sementara lambang ASEAN ditempatkan tepat di tengah angka “0”, yang menegaskan sentralitas ASEAN.
Kedua angka tersebut saling terhubung membentuk simbol tak terhingga (infinity loop), yang mencerminkan jabat tangan penuh kepercayaan dan niat baik, sekaligus melambangkan komitmen abadi dalam hubungan AS-ASEAN.
Staf Misi AS untuk ASEAN juga memperkenalkan batik khusus dengan perpaduan warna merah, putih, dan biru yang terbagi ke dalam tiga bagian.
Bagian atas menampilkan lambang ASEAN yang dikelilingi oleh berbagai ikon budaya dari sebelas negara anggota ASEAN, sebagai bentuk perayaan atas kekayaan budaya kawasan tersebut. Bagian tengah menonjolkan angka “50” sebagai inti dari peringatan ini.
Bagian bawah menampilkan simbol-simbol Amerika: seekor elang yang mencengkeram ranting zaitun dan anak panah, melambangkan perdamaian serta kesiapan untuk mempertahankan kedaulatan; perisai dengan motif bintang dan garis, melambangkan persatuan; serta Monumen Washington, yang melambangkan pendirian dan persatuan bangsa Amerika.
Secara keseluruhan, ketiga bagian tersebut mencerminkan hubungan antarpihak yang setara dan dibangun di atas dasar rasa saling menghormati.
Baca juga: AS siap kerja sama dengan ASEAN dalam ekonomi digital, energi, mineral
Baca juga: Amerika Serikat dorong diplomasi energi nuklir di ASEAN
Baca juga: AS berkomitmen perkuat kerja sama kembalikan benda budaya Indonesia
Pewarta: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Cindy Frishanti Octavia
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira