Jakarta (ANTARA) - Amerika Serikat (AS) meluncurkan program pendanaan baru senilai 44 juta dolar AS (sekitar Rp798,16 miliar) untuk memperkuat kolaborasi dan meningkatkan kapasitas negara-negara kepulauan di kawasan Pasifik dalam memberantas kejahatan lintas batas, terutama penyelundupan narkoba.
Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Biro Urusan Narkotika Internasional dan Penegakan Hukum (INL) F. Cartwright Weiland menuturkan bahwa inisiatif pembiayaan tersebut diumumkan dalam Konferensi Tingkat Menteri Urusan Kepolisian AS-Kepulauan Pasifik (U.S.-Pacific Islands Conference of Police Ministers/COPMIN).
“Dana ini mencakup 7 juta dolar AS untuk (pengembangan) pusat pemberantasan kejahatan regional baru di Palau, yang akan memfasilitasi pelatihan penegakan hukum maritim,” ujar Weiland dalam taklimat media daring yang diikuti ANTARA dari Jakarta, Selasa.
Pendanaan tersebut juga akan dimanfaatkan untuk mendukung penguatan unit intelijen keuangan dan kejahatan siber di kawasan tersebut.
Pihaknya mulai menjalankan program pendanaan untuk mengatasi peredaran narkoba dan tindak kriminal lintas batas di kawasan Pasifik pada 2021 senilai 6 juta dolar AS (Rp108,84 miliar). Saat ini, komitmen pembiayaan tersebut tercatat telah melampaui 60 juta dolar AS (Rp1,09 triliun).
“Pada tahun 2024, kami membuka kantor perwakilan resmi pertama kami di Suva, Fiji. Kami berencana untuk terus memperluas keterlibatan kami (di kawasan Pasifik) dalam tahun-tahun mendatang,” tuturnya.
Weiland mengatakan pemberian dukungan pembiayaan tersebut dilatarbelakangi oleh kian maraknya penyelundupan narkoba yang dilakukan oleh sindikat di kawasan Pasifik.
Hingga Mei 2026, aparat penegak hukum di seluruh wilayah Pasifik telah menyita 17 ton narkotika ilegal, melonjak lebih dari tiga kali lipat dibandingkan capaian sepanjang 2025.
“Di AS, hampir 68.000 warga Amerika meninggal akibat overdosis menurut data pada tahun pencatatan terakhir. Artinya, setiap hari hampir 185 keluarga di Amerika menghadapi kenyataan bahwa orang yang mereka cintai tidak akan pernah kembali lagi ke rumah,” ucapnya.
Weiland menyatakan negara-negara kepulauan di kawasan Pasifik juga mengalami hal serupa. Bangsal-bangsal psikiatri dilaporkan mengalami kelebihan kapasitas, sementara banyak perahu pengangkut kokain terdampar di pantai.
Bahkan putri dari Menteri Pertahanan dan Veteran Fiji Pio Tikoduadua ditabrak oleh sebuah mobil yang diduga dikendarai oleh para tersangka kasus narkoba dan perampokan.
Insiden itu terjadi saat mobil tersebut menerobos pos pemeriksaan di pinggiran Kota Suva pada April 2026 di mana putri Tikoduadua tengah menjalankan tugasnya sebagai anggota kepolisian. Setelah lima bulan menjalani perawatan intensif, ia kini sudah diperbolehkan pulang untuk melanjutkan perawatan di rumah.
“Hal-hal seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya di negara-negara kepulauan tersebut. Dan AS sangat menaruh perhatian karena sindikat kriminal yang menyelundupkan narkoba ke negara kamilah yang juga bertanggung jawab atas apa yang terjadi di kepulauan-kepulauan itu,” kata Weiland.
U.S.-Pacific Islands COPMIN berlangsung di Los Angeles, California, pada 21–22 Oktober 2026. Selain para pemangku kepentingan dari AS dan negara-negara kepulauan di Samudra Pasifik, forum tersebut juga dihadiri oleh otoritas dari Ekuador dan Filipina.
Tidak hanya pemberantasan narkoba, forum tersebut juga bertujuan untuk memperkuat kerja sama penegakan hukum terhadap penipuan daring (online scam) dan kejahatan siber lainnya, pencucian uang, serta penangkapan ikan secara ilegal, tidak dilaporkan, dan tidak diatur.
Baca juga: AS buka peluang perluas kerja sama COPMIN di ASEAN, termasuk Indonesia
Pewarta: Uyu Septiyati Liman
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Uyu Septiyati Liman
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira