Jakarta (ANTARA) - Amerika Serikat (AS) membuka peluang untuk memperluas keterlibatan negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, dalam Konferensi Tingkat Menteri Urusan Kepolisian AS-Kepulauan Pasifik (U.S.-Pacific Islands Conference of Police Ministers/COPMIN) di masa mendatang.
Asisten Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) untuk Biro Urusan Narkotika Internasional dan Penegakan Hukum (INL) F. Cartwright Weiland menyampaikan bahwa kejahatan lintas batas di kawasan Pasifik semakin mengkhawatirkan, sehingga pihaknya menyambut baik kolaborasi dari semua pihak untuk mengatasi hal tersebut.
“Kami menyambut baik keterlibatan berkelanjutan dengan mitra-mitra di seluruh kawasan Pasifik dan Amerika yang memiliki komitmen yang sama dalam memutus jaringan kejahatan transnasional yang mengancam keamanan bersama,” kata F. Cartwright Weiland menjawab pertanyaan ANTARA dalam taklimat media daring yang diikuti dari Jakarta, Selasa.
U.S.-Pacific Islands COPMIN diselenggarakan untuk pertama kalinya di Los Angeles, California, pada 21–22 Oktober 2026 dengan melibatkan para pemangku kepentingan dari AS, negara-negara kepulauan di Samudra Pasifik, Ekuador, serta Filipina.
Forum tersebut bertujuan untuk memperkuat kerja sama penegakan hukum terhadap sindikat peredaran narkoba, penipuan daring (online scam) dan kejahatan siber lainnya, pencucian uang, serta penangkapan ikan secara ilegal, tidak dilaporkan, dan tidak diatur.
Weiland menyatakan, keterlibatan Filipina pada penyelenggaraan tahun ini memberikan kesempatan bagi para peserta forum untuk berbagi pengetahuan dalam menanggulangi penangkapan ikan ilegal, tidak dilaporkan, dan tidak diatur serta memperkuat keamanan maritim.
Ia menuturkan, Filipina sebagai negara kepulauan memiliki pengalaman dan tantangan yang serupa dengan Indonesia maupun negara-negara kepulauan di Samudra Pasifik terkait pengawasan dan tata kelola wilayah laut serta penangkapan ikan secara ilegal.
“Ini adalah tantangan nyata yang dihadapi oleh Filipina, dihadapi oleh Indonesia, dan juga dirasakan oleh banyak negara lainnya… Bergabungnya Filipina (dalam COPMIN tahun ini) tentu membuka peluang nyata bagi keterlibatan negara-negara serupa di masa depan,” ujar Weiland.
Selain Asia Tenggara, ia mengatakan bahwa pihaknya juga berupaya untuk meningkatkan kerja sama dengan negara-negara Asia Selatan. Pihaknya mendanai berbagai program pelatihan bagi institusi penegak hukum maritim di Asia Selatan guna memutus rantai rantai pasok narkoba di seluruh Indo-Pasifik.
“Saat ini kami telah bekerja sama dengan hampir seluruh aparat penegak hukum di kawasan Pasifik, dan Biro INL juga memiliki perwakilan di berbagai wilayah Asia Selatan,” kata Weiland.
Namun, Weiland tidak dapat memastikan apakah COPMIN akan kembali diselenggarakan secara rutin maupun negara mana saja yang akan bergabung dalam kemitraan itu nantinya.
Ia menilai bahwa forum tersebut merupakan agenda yang sangat penting dan berharap kegiatan itu akan terus berlanjut.
“Saya tidak tahu apakah sudah ada rencana untuk menyelenggarakan COPMIN 2.0, tapi saya rasa saya mewakili kita semua saat mengatakan bahwa ada keinginan kuat agar ini bukan menjadi konferensi yang terakhir, dan agar kita dapat mengembangkannya lebih lanjut, mungkin paling cepat tahun depan,” imbuhnya.
Dalam gelaran U.S.-Pacific Islands COPMIN 2026, Kementerian Luar Negeri AS juga meluncurkan kemitraan untuk pemberantasan sindikat kejahatan lintas Pasifik dan belahan bumi bagian barat bertajuk Regional Interdiction Partnership for Trafficking Intelligence, Disruption, and Enforcement (RIPTIDE) senilai 4 juta dolar AS (sekitar Rp72,56 miliar).
Bekerja sama dengan INTERPOL, program tersebut akan melengkapi upaya pertukaran informasi regional yang telah berjalan selama ini dengan melibatkan institusi kepolisian di 196 negara anggotanya untuk membantu penyitaan barang bukti, proses investigasi, hingga penangkapan dalang operasional dan pemberi dana.
Baca juga: Ka Staf Kepresidenan: Narkoba musuh nyata ancam masa depan Indonesia
Baca juga: Polrestabes Makassar ungkap peredaran sabu jaringan internasional
Baca juga: BNN tangkap tersangka jaringan golden triangle dan golden peacock
Pewarta: Uyu Septiyati Liman
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Uyu Septiyati Liman
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira