Jakarta (ANTARA) - Arupa Cloud Nusantara, yakni perusahaan teknologi agregator yang berfokus pada solusi cloud infrastructure bersama Civo resmi meluncurkan Civo Indonesia Region, sebuah platform sovereign public cloud atau ruang penyimpanan awan yang baru dirancang untuk mendukung Kubernetes, virtual machines, dan pengembangan aplikasi modern untuk mendukung artificial intelligence (AI) dan ekonomi digital Indonesia.
“Indonesia memiliki peluang besar dalam adopsi teknologi cloud-native, seiring meningkatnya kebutuhan bisnis akan infrastruktur yang lebih mudah dikelola, memiliki transparansi biaya, dan dirancang untuk mendukung aplikasi modern,” kata Chief Commercial Officer Civo Simon Hansford di Jakarta, Senin.
Dia mengatakan melalui kemitraan dengan Arupa, pihaknya menghadirkan platform cloud Civo yang mengutamakan Kubernetes (Kubernetes-first) secara langsung bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia, yang didukung oleh ahli lokal dan model operasional yang dirancang sesuai dengan kebutuhan pasar Indonesia.
Infrastruktur itu sepenuhnya dioperasikan oleh Arupa di Indonesia, menghadirkan kapabilitas cloud-native dengan dukungan lokal sekaligus memastikan data pelanggan tetap berada di bawah yurisdiksi Indonesia.
Dia menyebutkan Civo Public Cloud merupakan platform enterprise-ready yang dibangun berdasarkan open standards, dengan infrastruktur yang cepat, sederhana, dan hemat biaya.
“Melalui deployment lokal di Jakarta ini, pelanggan dapat mengakses managed Kubernetes, virtual machines, managed PostgreSQL databases, load balancers, dan block storage untuk memenuhi beragam kebutuhan aplikasi dan workload,” ujar Simon.
Baca juga: InfraNexia siapkan infrastruktur jaringan hadapi AI dan cloud
Dia menuturkan peluncuran itu memperluas pilihan bagi perusahaan yang ingin memodernisasi aplikasi, menyederhanakan pengelolaan infrastruktur, dan mengembangkan layanan digital tanpa kompleksitas operasional yang tidak perlu.
Sementara itu, Chief Technology Officer Civo Dinesh Majrekar mengatakan Civo mendukung berbagai tools atau alat untuk pengelolaan infrastruktur, termasuk Kubernetes-native tooling, Terraform, CLI, REST API, dan web dashboard.
“Kubernetes memberikan fleksibilitas bagi tim developer untuk membangun, melakukan deployment, dan melakukan scaling aplikasi berbasis open standards tanpa menambah kompleksitas infrastruktur yang tidak diperlukan,” tutur Dinesh.
Dia juga mengatakan dengan menggabungkan managed Kubernetes, integrated tooling, dan dukungan untuk workload cloud-native modern, Civo bertujuan membantu tim mengurangi waktu yang dihabiskan untuk mengelola infrastruktur dan lebih berfokus pada pengembangan serta peningkatan kualitas aplikasi.
Menurut dia, peluncuran Civo Indonesia Region merupakan langkah penting bagi Arupa dalam memperluas pilihan infrastruktur cloud bagi perusahaan di Indonesia.
CEO Arupa Cloud Nusantara Reza Kertadjaja mengungkapkan melalui kemitraan itu, pihaknya ingin membantu perusahaan membangun dan menjalankan aplikasi modern dengan lebih cepat, menyederhanakan pengelolaan infrastruktur cloud, serta memperoleh fleksibilitas untuk mengembangkan layanan digital sesuai kebutuhan bisnis mereka.
"Platform Civo mengutamakan Kubernetes dengan kapabilitas konsultasi teknologi dan support teknis lokal dari Arupa,” ungkap Reza.
“Kami berkomitmen membantu pelanggan mengambil keputusan teknologi dengan lebih percaya diri dan memanfaatkan cloud secara lebih efektif untuk mendukung pertumbuhan bisnis,” tambah dia.
Baca juga: Huawei Cloud Stack: "All for AI", Era Baru Teknologi Cerdas
Baca juga: Synnex Metrodata Indonesia gandeng Fastly perkuat solusi edge cloud dan keamanan aplikasi
Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Rr. Cornea Khairany
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Mario Sofia Nasution
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira