Jakarta (ANTARA) - Direktur Teknik Aprilia Racing Fabiano Sterlacchini berharap pembalapnya, Jorge Martin, dapat kembali tampil pada Grand Prix (GP) Qatar, setelah absen dari GP Malaysia akibat cedera tangan.
Dalam pernyataan yang dikutip dari laman resmi Aprilia Racing, Sabtu, Sterlacchini mengatakan timnya kini mengalihkan perhatian ke GP Qatar setelah kondisi fisik Martin tidak memungkinkan untuk melanjutkan rangkaian balapan di Sirkuit Sepang, Malaysia.
"Kami harus membuka lembaran baru dan menatap babak berikutnya di GP Qatar. Kami berharap semuanya berjalan lebih baik dan dapat mempertahankan persaingan perebutan gelar juara dunia hingga akhir, meskipun kemunduran ini jelas membuat situasi kami semakin sulit," kata Sterlacchini.
Menurut dia, Martin telah berupaya maksimal untuk mengikuti GP Malaysia meskipun belum sepenuhnya pulih dari cedera yang dialaminya saat balapan sprint GP Australia.
Namun, kondisi fisik pembalap asal Spanyol itu dinilai belum memungkinkan untuk menjalani balapan tanpa risiko lebih lanjut.
"Dia ingin mencoba balapan. Itu merupakan upaya besar darinya untuk datang ke sini dan mengambil risiko. Namun, pada akhirnya, kondisi tubuh yang menentukan," ujar Sterlacchini.
Martin sebelumnya sempat mengikuti sesi latihan bebas pertama GP Malaysia, tetapi kemudian memutuskan tidak melanjutkan rangkaian balapan karena masih merasakan ketidaknyamanan pada lengannya.
Absennya Martin menjadi hambatan dalam persaingannya memperebutkan gelar juara dunia MotoGP 2026 dengan pembalap Ducati Lenovo Marc Marquez.
Martin saat ini tertinggal 19 poin dari Marquez yang memimpin klasemen sementara dengan koleksi 374 poin.
Aprilia berharap kondisi Martin membaik sehingga dapat kembali bersaing pada GP Qatar di Sirkuit Internasional Lusail, Minggu (8/11).
Baca juga: Jorge Martin batal tampil di GP Malaysia akibat cedera
Baca juga: Jorge Martin dapat izin tampil di FP1 MotoGP Malaysia
Baca juga: Manajer Ducati sebut Jorge Martin lakukan kesalahan fatal
Pewarta: Fajar Satriyo
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Fajar Satriyo
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira