Jakarta (ANTARA) - Miopia atau mata minus adalah kondisi ketika cahaya yang masuk ke mata jatuh di depan retina, bukannya tepat di atasnya. Hal ini umumnya disebabkan oleh bentuk bola mata yang terlalu panjang atau kornea yang terlalu melengkung. Pertanyaan yang sering muncul adalah: bisakah minus mata berkurang secara alami?
Jawabannya adalah bisa, tetapi hal ini tergolong jarang terjadi pada orang dewasa muda dan biasanya disebabkan oleh perubahan struktur fisik bola mata atau kondisi medis tertentu.
Baca juga: Mata minus dan silinder, apa bedanya? Ini penjelasannya
Mengapa ukuran minus mata bisa berkurang?
Ukuran minus pada resep kacamata atau lensa kontak dapat mengalami penurunan akibat beberapa faktor berikut:
- Perubahan fisik bola mata seiring usia (presbiopia): Memasuki usia 40 tahun ke atas, lensa mata secara alami mulai kehilangan fleksibilitasnya. Proses penuaan ini menyebabkan kemampuan mata untuk memfokuskan objek jarak dekat menurun. Pada penderita mata minus ringan, perubahan fokus ini terkadang menimbulkan fenomena "netralisasi", di mana penglihatan jarak dekat terasa membaik sehingga ukuran minus seolah berkurang.
- Perkembangan katarak tahap awal (nuclear sclerosis): Salah satu penyebab utama penurunan ukuran minus yang cukup drastis pada lansia adalah katarak. Pada stadium awal katarak jenis nuclear sclerosis, terjadi pengerasan dan perubahan indeks bias pada lensa mata. Kondisi ini dapat mengubah kelengkungan fokus cahaya secara sementara sering disebut sebagai second sight sehingga nilai minus penderita tampak menurun sebelum penglihatannya akhirnya makin memburuk akibat keruhnya lensa.
- Perubahan refraksi akibat kondisi medis (Misal: Diabetes): Fluktuasi kadar gula darah yang signifikan pada penderita diabetes dapat memengaruhi kadar air di dalam lensa mata. Perubahan pembengkakan atau penyusutan lensa ini dapat mengubah ukuran refraksi mata secara sementara, sehingga minus bisa tampak berkurang atau berubah-ubah.
- Kelelahan otot mata (pseudomyopia): Beberapa orang mengalami kondisi pseudomyopia (minus palsu), yaitu ketegangan berlebih pada otot akomodasi mata akibat terlalu lama menatap layar komputer atau gadget. Ketika otot mata rileks kembali setelah beristirahat, ukuran minus palsu tersebut akan hilang, sehingga saat diperiksa ulang ukuran minusnya terlihat berkurang.
- Efek prosedur medis dan bedah: Tentu saja, minus mata dapat berkurang secara permanen hingga hilang melalui prosedur bedah refraktif seperti LASIK, ReLEx SMILE, atau implantasi lensa buatan (ICL). Prosedur ini secara langsung mengubah bentuk kornea atau menggantikan lensa mata agar cahaya kembali jatuh tepat di retina.
Minus mata tidak dapat berkurang hanya dengan mengonsumsi vitamin, suplemen, atau melakukan senam mata. Jika angka minus Anda tiba-tiba berkurang tanpa prosedur operasi, sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan refraksi dan kesehatan mata secara menyeluruh ke dokter spesialis mata.
Hal itu perlu guna memastikan apakah hal tersebut merupakan proses alami atau gejala awal dari kondisi medis lain seperti katarak atau gangguan metabolisme, demikian mengutip Research Gate dan sumber-sumber lain.
Baca juga: Apa bedanya mata minus dan plus? Kenali gejala dan penyebabnya
Baca juga: Benarkah membaca di tempat gelap bikin mata minus? Ini faktanya
Pewarta: Munifa Husna Haryanti
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Munifa Husna Haryanti
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira