Sulit untuk memastikannya, karena pada kenyataannya perbatasan kita masih cukup rentan—baik melalui jalur laut, darat, maupun kini, jalur udara

Kuala Lumpur (ANTARA) - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim angkat bicara mengenai meningkatnya aktivitas penyelundupan narkoba di Malaysia, yang dikaitkan dengan pemberlakuan hukuman mati terkait narkoba tidak lagi wajib (mandatory) diberlakukan di negara tersebut.

Anwar Ibrahim dalam sesi tanya jawab dengan anggota parlemen Malaysia, di Kuala Lumpur, Selasa, menyatakan, peningkatan kasus penyelundupan narkoba belum tentu disebabkan hukuman mati tidak lagi wajib diterapkan, sebab menurutnya wilayah perbatasan Malaysia juga masih cukup rentan.

“Sulit untuk memastikannya, karena pada kenyataannya perbatasan kita masih cukup rentan—baik melalui jalur laut, darat, maupun kini, jalur udara,” kata Anwar Ibrahim.

Baca juga: PM Anwar: Intelijen asing, termasuk Israel, berpotensi ancam Malaysia

Anwar mengatakan, oleh sebab itu pemerintah Malaysia memperkuat badan perbatasan Malaysia yakni Agensi Kawalan dan Perlindungan Sempadan (AKPS).

“Kita sangat sadar bahwa skala penyelundupan ini cukup besar. Jika kita melihat masalah narkoba, bahkan hingga ke desa-desa, masalah ini telah berlangsung selama beberapa dekade dan terus berlanjut hingga hari ini,” katanya menjelaskan.

Anwar setuju bahwa respons Malaysia harus lebih tegas dan lebih ketat terhadap aktivitas penyelundupan narkoba. Dia menekankan, sejauh ini pihak berwenang telah menangani ratusan ribu penangkapan, yang mencakup berbagai pihak, mulai dari pengguna individu dan pengedar hingga gembong utama di balik operasi-operasi tersebut.

Baca juga: Malaysia larang ASN gunakan aplikasi navigasi milik Israel

“Jadi, jika anda bertanya apakah undang-undang yang ada sudah memadai, menurut saya undang-undang kita sebenarnya sudah cukup ketat,” ujar dia.

Anwar menyatakan pemerintah terbuka terhadap saran apa pun dari para anggota dewan di Malaysia, mengenai perbaikan lain yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah penyelundupan narkoba.

"Mengingat ini adalah persoalan serius, bukan hal yang sepele. Divisi Narkotika Kepolisian telah melaporkan bahwa mereka telah berupaya semaksimal mungkin melalui berbagai penangkapan, namun masalah narkoba di negara kita masih belum terselesaikan," kata Anwar.

Baca juga: PM Malaysia akui kesungguhan pemerintah RI atasi karhutla

Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Rangga Pandu Asmara Jingga

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira