Yogyakarta (ANTARA) - LKBN ANTARA Biro Yogyakarta dalam rangkaian memperingati hari ulang tahun ke-89 (tanggal 13 Desember) menggelar kegiatan pelatihan penulisan dan fotografi jurnalistik tingkat pelajar di Kantor Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kota Yogyakarta, Rabu.

"Kegiatan ini merupakan salah satu komitmen kami sebagai kantor berita bisa memberikan manfaat kepada sesama," kata Kepala Biro LKBN ANTARA Daerah Istimewa Yogyakarta Nur Istibsaroh dalam sambutannya.

Ia mengatakan pelatihan jurnalistik telah menjadi kegiatan tahunan ANTARA DIY dan kali ini menargetkan pesertanya adalah para pelajar sebagai generasi penerus bangsa.

"Ada yang spesial dari kegiatan ini, yakni tidak hanya teori, peserta pelatihan juga bisa mengikuti lomba jurnalistik penulisan dan fotografi yang digelar ANTARA DIY dan informasi lengkapnya dapat dilihat di Instagram @antarayogyakarta," kata Istib.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kota Yogyakarta Hasyim mengingatkan para pelajar agar lebih cermat dalam memilah informasi di media sosial, terutama informasi yang belum terverifikasi.

"Sebagai seorang pelajar harus pandai membaca berita dan membedakan informasi, mana ini yang fakta, mana ini yang opini, mana yang bisa dipercaya, dan mana yang harus diklarifikasi," ujarnya.

Baca juga: Pemkot Medan: Pelatihan LKBN ANTARA perkuat daya saing pelaku UMKM

Ia mengatakan saat ini banyak bermunculan informasi yang belum terverifikasi, sehingga melalui kegiatan pelatihan jurnalistik ini peserta diharapkan dapat membedakan mana informasi yang dapat dipercaya dan dipertanggungjawabkan.

Hasyim juga mengingatkan para pelajar untuk berhati-hati dalam menggunakan media sosial, terutama ketika mengunggah tulisan maupun konten yang meninggalkan rekam jejak digital.

"Kita harus hati-hati, harus bijak, ingat jarimu adalah harimaumu. Kalau jejak digitalnya baik itu akan menolong kalian di masa depan, dan kalau jejak digitalnya kurang baik itu bisa merugikan kalian," tegasnya.

Melalui kegiatan ini, Hasyim berharap para peserta bisa menjadi contoh positif bagi teman-teman di sekolah masing-masing, sekaligus mendorong mereka untuk menjadi penulis dan fotografer yang mampu menghasilkan pesan-pesan positif.

Selain materi jurnalistik, kegiatan ini juga diisi dengan edukasi literasi finansial dari Pengawas Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi, Pelindungan Konsumen, Keuangan Daerah, dan Layanan Manajemen Strategis OJK DIY Susana Diah Kusumaningrum.

Dalam pemaparannya, Susana memperkenalkan apa itu OJK sebagai lembaga negara yang berfungsi menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan di dalam sektor keuangan.

Ia juga menyebutkan tugas dan fungsi OJK, yakni mengatur dan mengawasi sektor jasa keuangan serta melindungi konsumen dan masyarakat.

Baca juga: ANTARA raih penghargaan kategori emas dalam Trade Expo Indonesia 2026

Adapun sektor jasa keuangan yang dimaksud meliputi perbankan (baik konvensional maupun syariah serta BPR), pasar modal (perusahaan sekuritas, manajer investasi, emiten dan perusahaan publik, securities crowdfunding, keuangan derivatif, dan bursa karbon), dan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) lainnya.

Untuk LJK tersebut yakni perasuransian, pegadaian, perusahaan pembiayaan, modal ventura, dana pensiun, BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, LKM, inovasi teknologi sektor keuangan, hingga aset keuangan dan aset kripto.

Para peserta antusias mengikuti jalannya acara hingga selesai dan mengaku senang bisa terpilih mewakili sekolahnya untuk ikut mengikuti kegiatan tersebut.

Siswa SMP Joannes Bosco Yogyakarta Jouan Timoty Parlindungan Simamora mengaku senang karena ini pertama kalinya ia mengikuti kegiatan pelatihan jurnalistik dan mendapat banyak ilmu baru.

"Aku bisa belajar tentang fotografi, jurnalistik, cara mencari informasi, serta memperhatikan apakah informasi tersebut valid atau tidak," ujar Jouan.

Hal senada diungkapkan Sekar Arumi Hadinata yang mengaku tertarik dengan fotografi jurnalistik karena ia jadi tahu sebuah foto tidak diambil secara asal-asalan, melainkan perlu memiliki makna untuk disampaikan kepada orang lain.

"Aku tertarik banget sama fotografi, karena kita tidak hanya asal foto aja, tapi dalam foto itu terdapat maknanya tersendiri," kata Sekar usai mengikuti kegiatan pelatihan tersebut.

Baca juga: ANTARA latih penulisan publikasi tim periset penerima BESTARI Saintek

Pewarta: Hery Sidik
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Hery Sidik

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira