Jakarta (ANTARA) - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi DKI Jakarta menyampaikan angka keberhasilan pengobatan tuberkulosis (treatment succeful rate TB) di Jakarta sampai dengan September 2026 mencapai 76 persen.

"Dari aspek pengendalian penyakit menular, treatment successful rate TB telah berhasil mencapai 76 persen per September 2026," kata Kepala Bappeda Provinsi DKI Jakarta, Atika Nur Rahmania di Jakarta, Rabu.

Dia mengatakan, capaian ini berkat upaya kolaborasi pelacakan kasus terintegrasi dan kampung siaga TB yang diimbangi dengan pengendalian penyakit deman berdarah melalui kampung bebas jentik dan implementasi nyamuk ber-wolbachia.

Merujuk data pada Oktober 2025, telah terbentuk 563 Kampung Siaga TB yang tersebar di 267 kelurahan. Kampung Siaga TB dibentuk sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap penyakit yang diakibatkan infeksi Mycobacterium tuberculosis tersebut.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menargetkan sebanyak 1.060 Kampung Siaga TB terbentuk pada 2026 dan 2.741 Kampung Siaga TB pada 2029 sebagai bagian dari upaya eliminasi TB pada 2030.

Sementara itu, Data Dinas Kesehatan DKI Jakarta memperlihatkan, hingga 8 Desember 2025, temuan kasus tuberkulosis di ibu kota mencapai 54.305 kasus (77 persen dari target), dengan rincian TB Sensitif Obat (SO) sebanyak 53.343 kasus dan TB Resisten Obat (RO/kebal obat) 962 kasus.

Lalu, dari jumlah kasus yang ditemukan sepanjang tahun 2025, sebanyak 49.017 pasien TB (90 persen) sudah menjalani pengobatan, dengan rincian 48.523 orang merupakan pasien TB SO dan sisanya pasien TB RO.

Adapun obat TB disediakan gratis di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah DKI Jakarta.

Baca juga: DKI gencarkan pencegahan tuberkulosis

Baca juga: DKI telah temukan 40 ribu kasus tuberkulosis

Baca juga: Jakpus perkuat pelacakan TB untuk putus rantai penularan

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Lia Wanadriani Santosa

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira