Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi I DPR Oleh Soleh menilai pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan sebagai momentum positif untuk memperkuat hubungan bilateral sekaligus mendorong kemajuan kedua negara.

Pertemuan yang berlangsung pada Rabu (28/10) tersebut diharapkan menghasilkan kesepahaman yang menguntungkan Indonesia dan Singapura, terutama dalam pengelolaan sumber daya alam dan perdagangan.

“Kami memandang pertemuan bilateral tersebut cukup positif demi kemajuan kedua belah pihak. DPR berharap pertemuan ini menjadi sebuah hal yang positif ke depan. Kedua negara harus sama-sama menguntungkan, tidak lagi merugikan,” ucap Oleh kepada wartawan di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, pertemuan itu menjadi kesempatan bagi Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah terhadap Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945 yang mengatur pengelolaan sumber daya alam untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Tata kelola ekspor sumber daya alam, lanjut Oleh, perlu diperhatikan agar Indonesia memperoleh manfaat ekonomi yang optimal dari kekayaan alamnya.

Salah satu isu yang dia soroti, yaitu soal rencana Indonesia meningkatkan ekspor secara langsung tanpa melalui pihak ketiga.

Ia menyinggung perdagangan minyak kelapa sawit yang, menurut dia, diekspor ke Singapura sebelum dipasarkan kembali ke negara lain. Pola tersebut berpotensi membuat Indonesia kehilangan sebagian keuntungan ekonomi dari komoditas yang dihasilkan.

“Oleh sebab itu, mudah-mudahan ke depan ada formulasi yang disepakati. Singapura dapat memahami soal kebijakan Pak Presiden dan Pak Presiden juga terus komitmen untuk kedaulatan energi di Indonesia,” ujarnya.

Presiden Prabowo diketahui menerima Menlu Singapura di kediaman pribadinya di Hambalang, Jawa Barat, Rabu (28/10).

Pertemuan tertutup itu dilakukan setelah sebelumnya Vivian tiba di Jakarta dan mengirimkan permohonan untuk bertemu dengan Presiden Prabowo.

Sebelumnya, Menlu RI Arrmanatha Nasir juga melakukan pertemuan bilateral dengan Menlu Singapura di Kemlu RI Jakarta, Selasa (27/10).

Dalam kesempatan itu dibahas sejumlah isu, termasuk mengenai kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menlu Arrmanatha menegaskan Pemerintah Indonesia tengah memprioritaskan penanganan karhutla yang dampaknya sampai ke negara tetangga.

Baca juga: DPR: Pertemuan Presiden Prabowo dan Menlu Singapura bagian komunikasi strategis

Baca juga: Komisi III respons wacana redefinisi korupsi dalam UU Tipikor

Pewarta: Fath Putra Mulya
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Fath Putra Mulya

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira