Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi III DPR RI Rizki Faisal menilai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Suyudi Ario perlu diberi ruang untuk menata organisasi dan menjalankan agenda penegakan hukum, saat merespons adanya sentimen soal mutasi pejabat.
Menurut dia, kinerja Kapolri tentu tetap harus diawasi, tetapi jangan sampai kesimpulan dibangun lebih dahulu sebelum fakta diperiksa. Dia mengatakan tudingan dari Indonesia Police Watch (IPW) mengenai Kapolri yang menyingkirkan kelompok tertentu di internal Polri perlu didukung fakta dan indikator yang jelas.
"Penilaian terhadap kepemimpinan Polri seharusnya melihat kebijakan, profesionalisme, dan hasil kerja yang dirasakan masyarakat,” kata Rizki dalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Senin.
Dia menilai, kritik terhadap Polri tetap menjadi bagian penting dari pengawasan publik. Namun, menurut dia, kritik perlu diarahkan untuk mendorong perbaikan institusi, bukan memperkuat spekulasi mengenai kelompok, jabatan, atau hubungan antarsatuan kerja.
Selain itu, dia juga mengingatkan agar narasi mengenai kegiatan penegakan hukum Bareskrim di daerah tidak membentuk persepsi seolah-olah Bareskrim dan Polda bertentangan.
Dia menjelaskan bahwa Bareskrim dan Polda merupakan bagian dari institusi Polri yang memiliki kewenangan serta tanggung jawab dalam penegakan hukum. Karena itu, menurut dia, kegiatan Bareskrim di suatu wilayah tidak otomatis membuktikan bahwa Polda setempat gagal menjalankan tugasnya.
Jangan sampai, kata dia, polemik mutasi atau narasi yang mempertentangkan Bareskrim dan Polda justru mengaburkan tujuan utama penegakan hukum, yaitu memberikan perlindungan, kepastian hukum, dan rasa aman bagi masyarakat.
"Yang dibutuhkan masyarakat adalah soliditas dan profesionalisme dalam penegakan hukum," kata dia.
Baca juga: LK2 FHUI: Illicit enrichment harus perhatikan praduga tak bersalah
Baca juga: Komisi VII dorong pemerintah maksimalkan pemadaman karhutla di TNWK
Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Bagus Ahmad Rizaldi
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira