Purwokerto, Jateng (ANTARA) - Anggota Komisi VII DPR Siti Mukaromah mendorong pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) di Kabupaten Banyumas dan Cilacap, Jawa Tengah, terintegrasi dengan sektor pariwisata, sehingga mampu memperluas pasar produk lokal dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

"Industri kecil dan menengah yang kita kembangkan ini diharapkan menjadi bagian dari ekosistem kepariwisataan. Semuanya saling mendukung dan terintegrasi, sehingga menciptakan lingkaran positif yang memperkuat ekonomi masyarakat," katanya saat penutupan kegiatan Penumbuhan dan Pengembangan Wirausaha Baru Industri Kecil di Jawa Tengah yang dipusatkan di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Senin.

Dia mengatakan wisatawan yang berkunjung ke suatu daerah tidak hanya membutuhkan destinasi wisata, juga produk khas, makanan, minuman lokal, dan suvenir yang dapat dibawa pulang.

Menurut dia, Jawa Tengah memiliki sekitar 4,45 juta unit industri kecil dan UMKM yang menjadi bagian penting dalam rantai pasok industri sekaligus penopang perekonomian daerah.

Sementara itu, Kabupaten Cilacap memiliki sekitar 8.700 unit usaha industri kecil yang dapat dikembangkan melalui penguatan ekosistem industri, sedangkan Kabupaten Banyumas memiliki lebih dari 230 ribu pelaku usaha yang berpotensi menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat.

"Besarnya jumlah pelaku usaha tersebut diharapkan memberikan efek positif terhadap pengentasan kemiskinan. Jangan sampai program yang anggarannya berasal dari pemerintah pusat tidak memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di daerah," kata legislator yang akrab disapa Erma itu.

Dia mengatakan pelatihan yang berlangsung selama tiga hari sejak Jumat (30/10/2026) hingga Minggu (1/11/2026) dengan melibatkan Kementerian Perindustrian tersebut mencakup enam bidang keterampilan, yakni pembuatan suvenir berbahan kerang, ecoprint, pengolahan kopi, pembuatan pastri, bengkel las, dan bengkel sepeda motor.

Menurut dia, seluruh bidang tersebut memiliki peluang pasar karena produk maupun jasanya dibutuhkan masyarakat.

Akan tetapi, kata dia, pelaku usaha harus mampu menjaga kualitas produk, meningkatkan kreativitas, serta memperkuat strategi pemasaran agar dapat bersaing.

Dia juga mengharapkan penguatan IKM dapat membuka alternatif pekerjaan bagi masyarakat, termasuk mengurangi keinginan warga untuk bekerja ke luar negeri sebagai pekerja migran Indonesia (PMI).

"Jangan sampai kita hanya menjadi penonton atau penikmat, tetapi harus terlibat dalam pembangunan ekonomi daerah. Harapannya, masyarakat bisa membangun usaha di daerah sendiri sehingga kemandirian ekonomi semakin kuat," katanya.

Dia mengatakan penumbuhan wirausaha baru merupakan salah satu fondasi untuk menyiapkan sumber daya manusia produktif dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Terkait dengan hal itu, dia meminta peserta memanfaatkan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan secara serius dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan agar mampu naik kelas serta menciptakan lapangan kerja.

"Dengan demikian, pengembangan IKM diharapkan tidak hanya meningkatkan pendapatan masyarakat, juga memperkuat ketahanan ekonomi nasional dan mendorong pemerataan kesejahteraan," kata Erma.

Baca juga: Griya Kriya UMKM Banyumas perkuat pemasaran produk lokal

Baca juga: OJK catat UMKM dominasi kredit BPR/BPRS di Banyumas Raya

Baca juga: Komisi VII harapkan PMII beri pengaruh terhadap perkembangan UMKM

Pewarta: Sumarwoto
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Sumarwoto

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira