Warga minoritas Arab akhirnya berbondong-bondong memberikan suara karena mereka sudah tak ingin melihat lagi orang-orang seperti Netanyahu, Ben Gvir dan Smotrich memerintah karena akan sangat berbahaya bagi masa depan mereka.
Jakarta (ANTARA) - Pemilu Israel 27 Oktober 2026 adalah Pemilu yang kesembilan yang diikuti Baker Zoubi dan sekaligus yang kedelapan sejak warga Israel keturunan Arab-Palestina itu menjadi wartawan.
Sejak 2010, Zoubi menjadi wartawan untuk sejumlah pemberitaan di Israel, termasuk media independen +972 Magazine.
Dari pemilu ke pemilu, menjelang pemungutan suara dilakukan, Zoubi selalu menanyai rekan-rekan sesama minoritas Arab dengan pertanyaan, "apakah Anda akan mencoblos?"
Zoubi selalu mendapatkan jawaban yang apatis dari mereka; "enggak ada yang layak dipilih," atau "mereka sudah mengecewakan kita", atau "Apa bedanya? Tokh negara akan tetap melakukan apa yang mereka mau."
Tetapi kali ini, selama dua pekan sebelum Pemilu 27 Oktober 2026, semua orang yang dia tanyai selalu menjawab, "Ya, pasti saya mencoblos."
Zoubi pun menjadi yakin bahwa partisipasi warga Arab dalam Pemilu 27 Oktober akan lebih besar dibandingkan dengan pemilu-pemilu sebelumnya.
Keyakinannya itu kemudian divalidasi oleh hasil pemungutan suara Pemilu 27 Oktober yang menguakkan fakta mengejutkan banyak kalangan di Israel, yakni tingkat partisipasi pemilih minoritas Arab yang mencapai rekor 80 persen dari total pemilih warga Arab Israel.
Sebelum ini tak pernah ada tingkat partisipasi pemilih setinggi itu. Bahkan angka itu melampai tingkat partisipasi nasional Israel sebesar 77,9 persen, yang ini pun sudah menjadi rekor tertinggi partisipasi pemilih sepanjang sejarah Israel.
Resultante dari melonjaknya tingkat partisipasi pemilih warga Arab adalah partai-partai Arab mendapatkan limpahan suara yang sangat besar, mencapai 14,72 persen suara, atau 19 kursi parlemen (Knesset). Rinciannya adalah 11 kursi untuk Joint List yang merupakan aliansi sejumlah partai Arab dan 8 kursi untuk Partai Ra'am.
Kenaikan sembilan kursi itu seketika mengubah lanskap politik Israel dan sekaligus menghalangi blok sayap kanan pimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dalam memerintah kembali negara berpenduduk 10,2 juta jiwa itu.
Baca juga: Pemilu Israel bukan cuma soal Benjamin Netanyahu
Ben Gvir dan Smotrich
Jumlah warga minoritas Arab sendiri mencapai 2,16 juta orang atau 21 persen dari total penduduk Israel. Mereka hampir sepertiga dari jumlah penduduk Yahudi yang mencapai 7,97 juta jiwa. Warga Arab Israel umumnya beragama Islam, Kristen, dan Druze.
Keberhasilan menaikkan tingkat partisipasi pemilu di kalangan pemilih Arab itu sendiri adalah buah dari upaya agresif sejumlah pihak dalam beberapa bulan terakhir, yakni para calon wakil rakyat dari komunitas Arab, para aktivis, dan penyelenggara kampanye.
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Jafar M Sidik
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira