Jakarta (ANTARA) - ASEAN-Korea Roundtable in Tourism (AKRT) 2026 ditargetkan dapat meningkatkan kerja sama di bidang pariwisata antara negara-negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara dengan Republik Korea.
"Salah satu misi utama dari kolaborasi regional ini adalah memperluas pertukaran pariwisata dua arah antara Republik Korea dan negara-negara ASEAN," kata Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata RI Martini M. Paham di Jakarta, Kamis.
"Targetnya adalah meningkatkan jumlah kunjungan dari 13 juta menjadi lebih dari 20 juta orang, sembari menjaga keseimbangan arus perjalanan di seluruh kawasan kita," ia menambahkan.
Target pertemuan AKRT 2026 yang dilaksanakan di Jakarta dari 4 sampai 7 November, menurut dia, selaras dengan transformasi menuju praktik usaha pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan yang sedang dijalankan oleh pemerintah Indonesia.
Pertemuan itu diharapkan bisa menghasilkan rekomendasi yang ditindaklanjuti dengan langkah-langkah konkret untuk meningkatkan kerja sama antara ASEAN dan Korea dalam bidang pariwisata.
AKRT 2026 mencakup pembahasan mengenai peningkatan keamanan dan kemudahan perjalanan, penyempurnaan sistem untuk membangun kepercayaan wisatawan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta peningkatan pemahaman tentang keberagaman budaya.
Hasil pembahasan tersebut akan digunakan untuk melengkapi Rencana Kerja Kerja Sama Pariwisata ASEAN+3 periode 2021–2025 serta agenda badan konsultatif terkait pariwisata antara ASEAN dan Korea, termasuk M-ATM Plus Three dan NTOs ASEAN Plus Three.
Baca juga: ASEAN-Korea targetkan pertukaran wisatawan capai 20 juta
Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn menyampaikan bahwa kawasan ASEAN selama tahun 2025 menerima sekitar 147 juta kunjungan wisatawan internasional dan hampir 42 persen berasal dari sesama negara ASEAN.
Anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) saat ini terdiri atas Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Brunei Darussalam, Myanmar, Filipina, Kamboja, Lao PDR, Timor Leste, dan Vietnam.
Kao Kim Hourn juga menyampaikan bahwa angka kunjungan wisatawan di kawasan ASEAN Plus Tiga yang mencakup negara-negara anggota ASEAN serta China, Jepang, dan Korea Selatan tercatat sekitar 244 juta pada 2025.
Menurut dia, Republik Korea merupakan salah satu pasar pariwisata penting bagi ASEAN. Lebih dari 9,6 juta wisatawan dari Korea mengunjungi wilayah ASEAN setiap tahun.
Ia mengusulkan peningkatan konektivitas guna mendorong perkembangan pariwisata kawasan, termasuk membuka peluang bagi kota-kota sekunder, mengurangi kepadatan destinasi wisata utama, meningkatkan layanan wisata digital, serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di sektor pariwisata.
Baca juga: ASEAN Plus Three prioritaskan pariwisata berkelanjutan selama 2026-2030
Ketua Dewan AI ASEAN Ethel Agnes Pascua-Valenzuela menyampaikan bahwa perkembangan AI telah mengubah lanskap pariwisata, termasuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih imersif bagi wisatawan.
Menurut dia, institusi pendidikan perlu menyelaraskan kurikulum dalam bidang pariwisata, perhotelan, manajemen, dan kewirausahaan agar semakin relevan dengan perkembangan teknologi.
Dia mendorong negara-negara anggota ASEAN dan Korea meningkatkan kolaborasi dalam pemanfaatan teknologi digital dan AI untuk memajukan pendidikan pariwisata dan industri pariwisata yang berkelanjutan.
Baca juga: WITF 2026 hadirkan ruang promosi dan peluang kerja sama pariwisata
Baca juga: ASEAN dan India berfokus pada pengembangan pariwisata kapal pesiar
Pewarta: Hreeloita Dharma Shanti
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Hreeloita Dharma Shanti
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira