Kabupaten Tangerang, Banten (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan pembangunan terowongan (underpass) di Bitung, Kabupaten Tangerang, Banten, akan memberikan dampak berantai yang signifikan terhadap pertumbuhan dan produktivitas ekonomi masyarakat daerah.
"Mari kita kawal supaya ini tuntas dengan kualitas baik dan aman. Safety first bagi para pekerja kita agar dampak ekonominya benar-benar dirasakan masyarakat," tutur Menko AHY seusai meninjau proyek pembangunan underpass Bitung di Tangerang, Banten, Jumat.
Ia mengatakan dampak positif dari sebuah pembangunan infrastruktur khususnya underpass Bitung ini secara otomatis akan memangkas waktu tempuh mobilitas perjalanan, menekan biaya logistik, serta mendongkrak produktivitas secara keseluruhan.
"Distribusi komoditas bisa lebih cepat, truk-truk logistik bergerak lebih leluasa, dan mendekatkan masyarakat dengan berbagai lokasi tujuan setiap harinya. Konektivitas merupakan urat nadi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," tegasnya.
Selain itu, kata dia, kelancaran arus lalu lintas di kawasan Bitung juga tidak hanya mempercepat distribusi komoditas dan efisiensi armada logistik, tetapi juga mendorong aktivitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta meningkatkan mobilitas masyarakat harian.
"Konektivitas merupakan urat nadi dari pertumbuhan ekonomi dan pada akhirnya kesejahteraan masyarakat kita. Ketika waktu tempuh dipangkas, kapasitas jalan meningkat, maka ada efisiensi besar yang berdampak pada penguatan ekonomi lokal," ungkapnya.
Dia juga menilai Kawasan Tangerang Raya yang mencakup Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan dipandang sebagai penyangga strategis DKI Jakarta yang terus mengalami peningkatan populasi dan pertumbuhan industri.
"Peningkatan tren urbanisasi tersebut menuntut dukungan infrastruktur yang andal guna membuka lapangan kerja baru," tuturnya.
Hingga saat ini, menurut AHY, progres fisik pembangunan underpass Bitung sepanjang 350 meter tersebut telah mencapai 70,7 persen atau sedikit lebih cepat dari target perencanaan awal.
Proyek yang menelan anggaran Rp87 miliar tersebut ditargetkan dapat mereduksi tingkat kemacetan parah di titik simpang Bitung dari V/C ratio (volume-capacity ratio) mendekati 1,0 menjadi kisaran 0,5, sehingga lalu lintas menjadi jauh lebih terurai.
"Pemerintah menargetkan penyerahan akhir pekerjaan atau provisional hand over (PHO) underpass Bitung dapat direalisasikan pada Februari 2027," kata dia.
Baca juga: Menko AHY: Progres pembangunan Underpass Bitung capai 70,7 persen
Baca juga: Pemkab: PU sediakan Rp100 miliar untuk "Underpass" Bitung Tangerang
Pewarta: Azmi Syamsul Ma'arif
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Azmi Syamsul Ma'arif
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira