Makassar, Sulawesi Selatan (ANTARA) - Asian Development Bank (ADB) menyiapkan alokasi pendanaan sebesar 218 juta dolar AS untuk mendukung pembangunan 37 laboratorium Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) yang ramah lingkungan (green laboratorium).
“Pekerjaan BPOM sangat bergantung pada karyawan serta kapasitas dan peralatan teknologi yang digunakan di laboratorium. Dan kami sangat senang bisa berpartisipasi dengan BPOM memperkuat semua ini,” kata Direktur ADB untuk Indonesia Bobur Alimov dalam kunjungan ke Balai Besar BPOM Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis.
Pendanaan itu dijalankan melalui proyek bertajuk “Bolstering Product Oversight and Market Surveillance for Food and Drug Project (BPOM Project).”
ADB melihat komitmen BPOM untuk mempertahankan standar global yang konsisten, seperti World-Listed Authority (WLA).
Baca juga: BPOM gandeng 187 kampus top RI kebut hilirisasi ATMP nasional
Dalam Rencana Strategis BPOM 2025–2029, disebutkan bahwa pengawasan yang efektif salah satunya harus didukung oleh laboratorium yang kuat dan ditopang oleh sumber daya manusia yang kompeten.
Maka dari itu, ADB menginisiasi BPOM Project yang turut mencakup pembangunan dan penyediaan peralatan bagi laboratorium.
Prinsip laboratorium yang ramah lingkungan (green) dan tangguh (resilient) akan diterapkan demi mendukung pembangunan berkelanjutan.
Salah satu proyek laboratorium ramah lingkungan ini dibangun di Balai Besar BPOM Makassar.
Pewarta: Imamatul Silfia
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Imamatul Silfia
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira