Nagoya, Jepang (ANTARA) - Atlet para renang Indonesia Abdil Majid Rahman mengincar tiket Paralimpiade 2028 setelah mencatatkan debut gemilang dengan meraih emas nomor 100 meter gaya dada putra SB7 di Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026.

"Saya masih tidak puas sampai di sini, saya akan mengejar waktu untuk tampil pada Paralimpiade mendatang," kata Abdil Majid Rahman saat ditemui usai laga final di Nagoya City General Gymnasium, Nagoya, Jepang, Kamis.

Abdil memastikan emas setelah menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 1 menit 20,26 detik, mengungguli pesaing terdekat perenang China Zhang Yilong yang meraih medali perak dengan catatan waktu 1 menit 21,98 detik.

Sebagai debutan di Asian Para Games, atlet berusia 17 tahun itu mengaku cukup puas bisa memenangkan persaingan dengan atlet lain yang secara pengalaman lebih unggul.

Baca juga: Boccia beregu campuran BC1/BC2 Indonesia menang beruntun di Grup A

Ia mengatakan catatan waktunya juga meningkat dibandingkan saat latihan. Meski demikian, Abdil mengaku harus meningkatkan catatan waktunya karena sasaran ke depan adalah bersaing di Paralimpiade.

"Penampilan saat ini memang lumayan bagus tetapi akan membuat waktu yang lebih-lebih bagus untuk ke depannya," katanya.

Abdil mengatakan penampilan pada Asian Para Games menjadi modal penting karena bisa merasakan atmosfer persaingan pada ajang multicabang olahraga yang diikuti negara-negara Asia.

Ia mengaku telah mendapatkan gambaran terkait kekuatan lawan di level Asia sehingga bisa menjadi acuan untuk persiapannya menghadapi kejuaraan-kejuaraan ke depan termasuk Paralimpiade.

Adapun emas yang direbut Abdil merupakan medali kedua setelah meraih perunggu dari nomor renang estafet.

Emas tersebut merupakan emas kesembilan bagi kontingen Indonesia pada pesta multicabang olahraga atlet penyandang disabilitas terbesar di Asia.

Baca juga: Abdil puas dengan emas pertamanya di Asian Para Games

Baca juga: Langkah Yayang/Osrita terhenti di semifinal para tenis meja XD7

Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Aloysius Lewokeda

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira