Nanti ada kendaraan dari pemda menjemput kalian di terminal bus terakhir, dan Pemkab Banyuwangi akan memfasilitasi keperluan kalian selama di Banyuwangi, termasuk juga hingga kalian kembali ke Lampung dan Palembang

Banyuwangi (ANTARA) - Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyemangati lima orang penari Gandrung Sewu asal Palembang dan Lampung (Sumatra) yang merupakan korban selamat pada insiden kapal terbakar di penyeberangan Bakauheni (Lampung/Sumatra)-Merak (Cilegon, Banten).

Ipuk menghubungi lima penari Gandrung Sewu itu melalui panggilan video (video call) dan menyapa para penari dan pendamping yang selamat guna memastikan kondisi mereka dari Banyuwangi, Jawa Timur, pada Rabu.

Dalam percakapan itu, Bupati Ipuk memberi semangat agar tetap tabah dan menjaga kondisi kesehatan setelah kejadian yang mereka alami. Ia juga menyampaikan keprihatinan atas musibah tersebut serta berharap seluruh penari dapat tiba di Banyuwangi dalam keadaan selamat.

"Bagaimana kabar anak-anak semua? Sehat-sehat ya? Saya sangat khawatir kondisi kalian," tuturnya, mengawali panggilan video dengan pendamping penari, Suprianto.

Saat dihubungi, para penari gandrung dari luar daerah itu diketahui sedang melanjutkan perjalanan menuju Banyuwangi menggunakan bus setelah insiden kebakaran kapal.

Baca juga: Daop 7 beri diskon 20 persen tiket KA saat Festival Gandrung Sewu 2026

Baca juga: Gandrung Sewu 2026 di Banyuwangi sajikan konsep "menyala dalam gelap"

Meski mengalami insiden kapal yang ditumpanginya terbakar, mereka mengaku tetap akan melanjutkan tampil di pergelaran Gandrung Sewu, pada Sabtu (24/10) malam.

"Nanti ada kendaraan dari pemda menjemput kalian di terminal bus terakhir, dan Pemkab Banyuwangi akan memfasilitasi keperluan kalian selama di Banyuwangi, termasuk juga hingga kalian kembali ke Lampung dan Palembang nantinya," kata Ipuk.

Di tengah musibah tersebut, para penari untuk tampil dalam pertunjukan Gandrung Sewu tetap bersemangat, dan mereka menyatakan tetap bertekad menari dalam perhelatan budaya tahunan kebanggaan Banyuwangi itu.

Kebulatan hati tersebut menjadi gambaran kecintaan mereka terhadap seni dan budaya daerah yang selama ini mereka tekuni.

"Terima kasih atas semangatnya yang tetap mau berangkat ke Banyuwangi untuk Gandrung Sewu, kami semua sangat terharu dengan perjuangan dan pengorbanan kalian semua," kata Bupati Ipuk saat video call penari gandrung asal Sumatra itu.

Gandrung Sewu 2026 dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 24 Oktober mendatang pukul 18.30 WIB. Pada tahun ini, dari 1.300 penari gandrung yang akan tampil, 200 penari di antaranya berasal dari luar Banyuwangi yang berpartisipasi. Mereka datang dari dari Palembang, Lampung, Jakarta, Bali, Malang dan Pasuruan.

Baca juga: InJourney Airports: Gandrung Sewu peluang promosikan potensi daerah

Baca juga: KAI diskon tarif tiket pada momentum agenda Gandrung Sewu Banyuwangi

Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Novi Husdinariyanto

At a glance

Topic
World
Country
🇮🇩 ID
Publisher language
ID
Added to Allnira