Hebron (ANTARA) - Gubernur Hebron Khaled Dudin pada Kamis (29/10) mengatakan 537 keluarga Palestina atau 3.361 orang termasuk anak-anak, ibu hamil, lansia, dan orang sakit terpaksa meninggalkan rumah mereka di tengah serangan Israel yang masih berlangsung di kota tersebut.

Menurutnya, warga saat ini menghadapi kesulitan untuk mengakses layanan kesehatan dan kebutuhan pokok lainnya.

Dampak kemanusiaan, ekonomi, dan pendidikan akibat serangan Israel dipaparkan saat konferensi pers yang digelar di kantor Gubernur Hebron pada Kamis.

Pada kesempatan itu juga dibahas perkembangan terkini dan upaya-upaya penanganan yang sedang dilakukan di wilayah Jalda, Ain Deir Bahha, dan Farsh al-Hawa.

Berdasarkan data yang disampaikan dalam konferensi, pengungsian tersebut berdampak pada 537 keluarga, sementara kerugian ekonomi harian diperkirakan mencapai 10 juta hingga 12 juta shekel.

Upaya penyaluran bantuan kemanusiaan serta berbagai inisiatif hukum dan internasional untuk mengatasi dampak blokade yang diberlakukan Israel masih berlangsung.

Dudin mengatakan serangan Israel telah mengganggu pendidikan sekitar 262.000 siswa di 589 sekolah di wilayah tersebut selama sepekan terakhir.

Ribuan siswa yang wilayahnya diblokade dan yang terpaksa mengungsi masih belum dapat menjangkau sekolah mereka.

Sufian al-Muhtaseb, ketua komite bantuan yang ditunjuk oleh gubernur, mengatakan pihaknya telah memverifikasi data dari 537 keluarga yang terdampak, termasuk 232 bayi, 1.193 anak berusia antara dua hingga 17 tahun, 326 lansia, 147 ibu hamil atau menyusui, 32 penyandang disabilitas, dan 213 orang yang menderita penyakit kronis.

Sumber: WAFA-OANA

Baca juga: UNRWA mengaku prihatin dengan situasi di Hebron Tepi Barat

Baca juga: Israel tutup Masjid Ibrahimi untuk amankan perayaan Yahudi pemukim

Baca juga: Pasukan Israel cegat jamaah masuk Masjid Ibrahimi di Hebron

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Azis Kurmala
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Source: ANTARA · Asri Mayang Sari

At a glance

Topic
World
Country
đŸ‡źđŸ‡© ID
Publisher language
ID
Added to Allnira