Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 19 perenang dari berbagai latar belakang menuntaskan misi menyeberangi Selat Madura menuju Surabaya dalam aksi "Xtreme Impact 2026", aksi solidaritas bagi masyarakat pesisir Desa Timbulsloko, Jawa Tengah, dalam menghadapi ancaman abrasi dan banjir rob.
Penggagas Xtreme Impact 2026 Arto Biantoro mengatakan kegiatan tersebut berawal dari gagasan sederhana untuk tidak sekadar mengeluhkan berbagai persoalan sosial, tetapi mengambil langkah nyata.
"Daripada kita mengeluh dan komplain terhadap banyak hal, kami memutuskan untuk melakukan sesuatu, menjadi sebuah suara bagi sebuah desa kecil di pesisir utara Jawa,” ujar Arto dalam keterangan tertulis, Selasa.
Ia mengungkapkan misi yang dituntaskan pada Minggu (1/11) itu dipersiapkan melalui latihan intensif selama kurang lebih dua bulan.
Para peserta menjalani latihan di kolam renang dan laut terbuka, termasuk latihan bersama TNI Angkatan Laut di Pondok Dayung, Jakarta Utara.
Menurut Arto, dukungan berbagai komunitas, sekolah, dan jaringan alumni Kolese Kanisius Jakarta menjadi kekuatan penting dalam mewujudkan kegiatan tersebut.
Ia berharap pengalaman para peserta dapat menjadi inspirasi ketika mereka kembali ke lingkungan masing-masing.
“Kami percaya bahwa negara ini akan kuat apabila kita bisa bersama-sama, berkolaborasi dan mencintai negeri ini sepenuh hati,” kata Arto.
Kolaborasi tersebut juga mendapat dukungan TNI Angkatan Laut, khususnya Koarmada II, dengan keterlibatan 19 personel Komando Pasukan Katak (Kopaska) dalam mendukung aspek keselamatan dan kelancaran kegiatan.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi yang sangat baik antara Extreme Impact 2026, alumni Kolese Kanisius Jakarta, dengan TNI Angkatan Laut, khususnya Koarmada II yang didukung tim Kopaska," kata Panglima Komando Armada II Laksda TNI I Gung Putu Alit Jaya.
Salah satu peserta sekaligus perenang Jimmy Sukrisno mengaku tantangan tersebut menjadi pengalaman pertamanya. Bagi Jimmy, tujuan membantu masyarakat Timbulsloko menjadi motivasi tersendiri.
Ia mengaku telah melihat langsung kondisi warga yang setiap hari harus menghadapi banjir rob dan membersihkan rumah setelah air surut.
“Kami berharap masyarakat di desa Timbulsloko bisa terbantu lah. Kan ini kita mengumpulkan uang,” kata Jimmy.
Xtreme Impact 2026 membawa misi solidaritas untuk membantu masyarakat pesisir Desa Timbulsloko yang terus berjuang menghadapi abrasi dan banjir rob.
Kepedulian
Gerakan ini berangkat dari kepedulian terhadap kondisi masyarakat pesisir yang semakin kehilangan ruang hidup. Di Timbulsloko, jumlah keluarga yang masih bertahan tersisa sekitar 90 kepala keluarga (KK), turun dari sebelumnya sekitar 170 KK pada 2020.
Perwakilan pendamping masyarakat pesisir Demak, Masnuah, yang juga mendirikan komunitas perempuan nelayan Puspita Bahari pada 2005 mengatakan warga berupaya mempertahankan kehidupan di tanah leluhur mereka meskipun menghadapi berbagai keterbatasan.
"Mereka terus bertahan dengan banyak tantangan dan hambatan, berjuang dengan rasa yang sehormat-hormatnya, dengan gotong royong, swadaya, bagaimana mereka tetap berharap. Mereka masih tetap bisa hidup di tanah leluhurnya, masih bisa ziarah di makam leluhurnya, masih bisa mewariskan kehidupan untuk anak cucunya kelak,” ujar Masnuah.
Menurut dia, kebutuhan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan tempat tinggal, tetapi juga akses terhadap kebutuhan dasar dan keberlanjutan ekonomi.
Warga saat ini menghadapi kesulitan memperoleh air bersih karena hanya mengandalkan satu sumber sumur bor yang debitnya mulai berkurang. Kondisi banjir rob juga membuat aktivitas sehari-hari terganggu, termasuk kebutuhan sanitasi.
Melalui gerakan Xtreme Impact yang didukung oleh Purnomo Yusgiantoro Center, Global Trans Energi, dan Restoran Pesisir ini, penyelenggara menargetkan pengumpulan donasi hingga Rp1 miliar. Donasi itu bisa diberikan melalui platform resmi BenihBaik.com dalam kampanye "Xtreme Impact: Bantu Perempuan Pesisir Demak" atau xtremeimpact.org.
Dana tersebut direncanakan untuk mendukung penyediaan fasilitas air bersih, pembangunan rumah aman sebagai tempat berkumpul dan berlindung sementara bagi warga, serta pengembangan rumah produksi dan pemasaran "Omah Iwak" untuk memperkuat ekonomi perempuan pesisir.
Selain aksi renang dan penggalangan dana, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan diskusi kemaritiman serta operasi katarak gratis pada 13 Desember 2026 dalam rangka memperingati Hari Armada, bekerja sama dengan TNI AL.
Perwakilan Extreme Impact, Richard Robot mengatakan, “Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut setiap tahun melalui berbagai bentuk kegiatan solidaritas yang memberikan manfaat bagi masyarakat.”
Baca juga: Sebanyak 19 perenang gerakkan "Xtreme Impact" untuk pesisir Demak
Baca juga: Renang Master Asia Tenggara diikuti perenang pemegang rekor dunia
Pewarta: Alviansyah Pasaribu
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Alviansyah Pasaribu
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira