Temanggung (ANTARA) - Sebanyak 14 unit perangkat peringatan dini (Early Warning System/EWS) curah hujan milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung di Provinsi Jawa Tengah sudah rusak menurut pejabat otoritas penanggulangan bencana setempat.
Menurut Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Temanggung Yuli Krisna Ariyanti di Temanggung, Sabtu, sekitar 80 unit perangkat EWS telah dipasang di sejumlah daerah rawan bencana.
Ia menyampaikan bahwa sebagian besar alat pemantau gerakan tanah masih dapat berfungsi, tetapi 14 unit perangkat EWS curah hujan yang ada sudah tidak berfungsi.
"Yang curah hujan ada 14 itu memang semuanya kondisinya rusak. Kemarin sudah kami cek bersama teman-teman yang memang ahli EWS, diperbaiki pun tidak bisa, harus diganti," katanya.
Menurut dia, alat EWS curah hujan yang sudah rusak diadakan sekitar tahun 2016. Sistem kerja perangkat itu sederhana.
Alat itu memiliki corong penampung air hujan yang dihubungkan ke alat pengukur di dalam rumah menggunakan selang. Ketika intensitas hujan mencapai batas tertentu, perangkat itu seharusnya memberikan peringatan dengan suara sirene.
Berdasarkan hasil pengecekan bersama tenaga teknis, Yuli mengatakan, semua perangkat peringatan dini curah hujan yang ada sudah rusak dan tidak memungkinkan untuk diperbaiki.
Baca juga: BRIN siapkan peranti sistem peringatan dini banjir dan erosi
Yuli menyampaikan bahwa tiga unit perangkat EWS modern yang dipasang di daerah rawan longsor di wilayah Kecamatan Kaloran dan Pringsurat saat ini masih berfungsi.
Perangkat EWS tersebut dipasang di daerah Getas dan Tempuran di Kecamatan Kaloran serta Dusun Demangan, Desa Pingit, Kecamatan Pringsurat, yang sudah beberapa kali menghadapi bencana tanah longsor.
Perangkat baru itu bisa mengirimkan laporan secara digital. Namun, sebagian besar perangkat EWS gerakan tanah yang telah dipasang merupakan perangkat model lama dengan sistem manual.
Alat itu hanya mendeteksi pergeseran tanah dan mengeluarkan bunyi peringatan ketika mendeteksi pergeseran tanah.
Keberadaan sistem peringatan dini penting untuk mitigasi bencana, bisa membantu mencegah dan meminimalkan dampak bencana.
Baca juga: Kemendagri bahas pengembangan sistem informasi peringatan dini banjir
Baca juga: BNPB imbau 26 provinsi siaga hadapi dampak kondisi cuaca ekstrem
Pewarta: Heru Suyitno
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Source: ANTARA · Heru Suyitno
At a glance
- Topic
- World
- Country
- 🇮🇩 ID
- Publisher language
- ID
- Added to Allnira